Wisata Religi ke Makam Gus Miek

Wisata Religi peminatnya hampir sama banyak dengan wisata-wisata biasa saat liburan. Salah satu wisata religi yang banyak diminati, terutama di kota Kediri merupakan berkunjung ke makam mantan Presiden yang bernama KH. Abdurrahman Wahid yang lokasinya berada di Pondok Pesantren Tebu Ireng.

Sampai saat ini, makam dari KH atau yang akrab disebut dengan Gus Miek ini memiliki pengunjung untuk berziarah yang sudah semakin banyak setiap tahunnya. Oleh karena itu, makam tersebut menjadi salah satu makam yang terkenal sebagai tujuan untuk wisata religi saat Anda berkunjung ke Kediri.

Wisata Religi ke Mantan Presiden KH. Abdurrahman Wahid

Makam Gus Miek/KH. Abdurrahman Wahid

Para peziarah yang berkunjung atau datang ke makam biasanya berasal dari Indonesia dan berbagai daerah. Peziarah juga datang dengan membawa rombongan sampai 1 mobil atau 1 bus banyaknya.

Datangnya juga tidak dalam waktu tertentu, tapi biasanya ada yang datang sampai larut malam. Tapi para peziarah akan tetap diizinkan untuk masuk ke dalam area makam Gus Miek.

Pada lokasi pondik Tebu Ireng, pintu masuk menuju makan sudah ditutup menjelang magrib. Sedangkan setelah isya, pintu akan dibuka kembali. Dengan begitu, para peziarah dapat menuju makam dan leluasa untuk berdoa serta duduk. Gus Miek sendiri dimakamkan oleh pendiri dari organisasi Islam Nahdalatul Ulama.

Selain itu, ada ayahanda yang merupakan tokoh nasional, sejumlah kai dan keluarga yang telah dimakamkan 1 lokasi.

Pembangunan Fasilitas

Dengan banyaknya peziarah yang selalu datang, pihak pesantren akhirnya membuat sebuah kebijakan. Salah satunya dalam pengaturan tempat parkir, karena dulu lokasi parkir berada di tepi jalan raya dan arus lalu lintas menjadi tersendat.

Saat ini lokasi parkir telah dibuatkan tempat, tepatnya berada pada bagian barat pondik. Mampu menampung bus sampa puluhan dan para peziarah sendiri dapat berjalan kaki menuju pondok yang tidak begitu jauh.

Selain itu ada kebijakan lain pada tempat yang menjadi wisata religi. Dengan menata kawasan sekitar makam. Dengan dibangun beberapa kios untuk berjualan ikan yang lengkap dengan berbagai olahannya. Sedangkan produk yang dijual harus memiliki bahan dasar ikan, karena bangunan ini dibangun karena adanya bantuan dari KKP atau Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dengan adanya pembangunan fasilitas juga mampu memutar roda perekonomian dari warga yang berada di sekitar pondok.