Situs Tondowongso, Situs Sejarah Peninggalan Kerajaan Kediri

Jika ingin mengunjungi obyek wisata sejarah di Kediri, salah satu pilihan yang bisa traveler kunjungi yaitu Situs Tondowongso. Situs sejarah ini terkuak setelah beberapa penggali lahan uruk di Desa Tondowongso, Gayam, Gurah, Kediri menemukan Arca Dewa Brahmana tahun 2007 lalu. Beberapa hari kemudian juga berhasl ditemukan Arca Durga di lokasi yang cukup berdekatan.

Situs Tondowongso mempunyai jarak yang tidak jauh dari Tetenger Mpu Barada. Jaraknya kurang lebih hanya 8,6 km saja. Akses ke lokasi bisa menggunakan transportasi umum, tetapi lebih nyaman memakai transportasi pribadi seperti motor atau mobil.

Penemuan strukturbatu bata

Sebelumnya, para penggali sudah menemukan struktur batu bata yang berlokasi di tembok selatan, namun tidak melaporkan kejadian tersebut. Setelah penggalian dilakukan ke utara, mereka menemukan lagi struktur batu bata dan sejumlah arca.

Dengan adanyapenemuan tersebut, mereka segera melaporkannya kepada pihak yang paling berkompeten Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) setempat. Penggalian tanah ini sendiri dilakukan di lahan milik Kiran, Munawar serta Suryani.

Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Trowulan memastikan apabila Situs Tondowongso Kediri ini adalah situs yang menjadi peninggalan abad XI.  Masa tersebut merupakan periode Kerajaan Kediri awal dan merupakan kerajaan tertua di Jawa Timur, sebelum kemunculan Kerajaan Majapahit dan Singosari.

Ketika sampai di Situs Tondowongso traveler tidak bisa menemukan petugas berjaga di sana, karena seluruh benda purbakala berharga yang ditemukan dipindahkan di Museum Trowulan Mojokerto.

Bekas galian Situs Tondowongso

Saat traveler mendekati Situs Tondowongso ini, traveler hanya akan menjumpai bekas galian kegiatan ekskavasi beberapa tahun lalu yang sudah terbengkalai. Bahkan ada sebagian yang terendam air hujan dan dibiarkan terpapar cuaca. Ada juga yang dipagari dengan bilah bambu yang terlihat kusam.

Meski sebagian arcanya sudah dipindah ke lokasi lain, tetapi traveler tetap bisa menyaksikan beberapa deret batu bata kuno berbentuk dinding. Struktur dinding Situs Tondowongso yang bagian bawahnya sudah terendam oleh air sepertinya merupakan bagian struktur dinding dari utara sampai ke selatan.

Hasil pengukuran yang dilakukan oleh Tim Balai Arkeologi Yogyakarta, menemukan bahwa dinding timur situs ini mempunyai ketebalan hingga 170 cm. Di sini, juga ditemukan Arca Nandi di tanggal 19 Januari 2007 dan Lingga Yoni di tanggal 26 Januari di tahun yang sama.

Sebetulnya Prof. Soekomo sudah pernah menemukan sebuah arca di tahun 1967 lalu, namun sepertinya saat itu belum sempat dilakukan penelitian yang lebih mendalam. Namun apapaun kondisinya, destinasi wisata sejarah Situs Tondowongso Kediri tetap layak dikunjungi karena memiliki nilai kelangkaan dan keunikan tersendiri.