Ponpes Darus Salam Kediri, Selalu Mengedepankan Nilai Salafiyah

Pondok Pesantren Darussalam Kediri adalah salah satu elemen pendidikan Nasional yang berdiri dari tahun 1943 M sampai sekarang. Dari awal hingga saat ini, Pondok Pesantren Darussalam selalu mendapatkan perhatianbesar dari masyarakat sebagai wahana keilmuan agama Islam yang memiliki makna begitu luas.

Oleh karena itu dalam usahanya mencetak generasi beriman, berilmu pengetahuan luas dan bertakwa, Pondok Pesantren Darussalam terus berusaha meningkatkan pelayanan pendidikan dengan semaksimal mungkin.

Ponpes ini memiliki ciri khas utama mengedepankan nilai salafiyah dengan mempertahankan program yang relevan. Selain itu juga berusaha memfilter berbagai informasi kemajuan dunia pendidikan positif untuk meningkatkan mutu pendidikan saat ini.

Pondok Pesantren Darussalam berlokasi di Desa Kencong, Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Jika ingin menuntut ilmu di Pondok Pesantren Darussalam, tidak perlu khawatir akan kesulitan menemukan alamatnya. Pondok Pesantren Darussalam ini sudah sangat terkenal di Kediri. Akses menuju lokasi pun juga sangat mudah dengan kendaraan pribadi atau publik.

Fasilitas

Pondok Pesantren Darussalam punya fasilitas yang cukup lengkap. Untuk masjid berjumlah 1 unit dan mushola 5 unit. Selain digunakan untuk tempat ibadah, mushola juga dipergunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Fasilitas lain yang terdapat di sini antara lain  perpustakaan putra dan putri, pos kesehatan pesantre, laboratorium bahasa Arab, laboratorium keterampilan menjahit dan bordir. Selain itu ada dua gedung koperasi pondok, gudang perlengkapan, kamar mndi, kantin, dapur hingga bengkel khusus untuk praktek. Semua dipisah antara putra dan putri.

Metode pembelajaran

Cukup banyak metode pembelajaran dan pendidikan yang diterapkan di pondok pesantren ini. Misalnya metode sorogan. Metode ini ditujukan bagi santri dan lebih menitikberatkan sistem pengembangan kemampuan perseorangan dibawah bimbingan ustadz dan kyai.

Metode lainnya disebut wetonan. Metode ini merupakan sebuah kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh ustadz atau kyai kepada sekelompok peserta didik. Para peserta didik diajak untuk menyimak dan mendengarkan apa yang dibaca, diterjemahkan serta diterangkan dari teks kitab bahasa Arab tanpa harakat.

Metode ketiga adalah musyawarah. Metode belajar ini mirip dengan metode diskusi dimana beberapa santri dengan jumlah tertentu membentuk halaqah atau kelompok belajar. Dengan dipimpin seorang ustadz, mereka diminta mengkaji sebuah persoalan sesuai tema yang sudah ditentukan sebelumnya.

Keempat ada metode diskusi, metode ini adalah pertemuan ilmiah yang membahas mengenai diniyah seperti aqidah, ibadah dan berbagai masalah agama lainnya. Selain metode di atas, masih ada berbagai metode lain yang diterapkan.

Bisa dikatakan, Ponpes Darus Salam Kediri merupakan lembaga pendidikan keagamaan yang sangat menyenangkan. Cocok untuk mereka yang ingin belajar mencari ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan pada satu tempat saja.