Menikmati Kelezatan Soto Branggahan di Kampung Soto Kediri Jawa Timur

Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur memiliki pesona tersendiri bagi kalangan wisatawan. Selain pesona alamnya, menikmati kuliner di Kediri juga tidak kalah serunya. Salah satunya adalah jalan-jalan ke ‘kampung soto’ di Kediri.

Sebenarnya istilah ‘kampung soto sendiri bukan istilah umum. Ini hanya untuk menyebutkan sebuah kawasan di satu kampung yang sebagian besar penduduknya berdagang soto. Tempat itu ada di Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Di sini banyak sekali warga yang berjualan soto, yang kemudian terkenal sebagai Soto Branggahan.

Sebagai ‘sentra’ warung soto, maka tidak berlebihan apabila wisatawan beserta para pemburu kuliner suka menyebutnya sebagai ‘kampung soto’. Hal ini tak lain karena saking banyaknya pedagang soto di satu area, yaitu di daerah Jl. raya Kediri-Tulungagung. Jumlah pedagangnya mencapai 50-an dan bahkan biasanya bertambah saat liburan lebaran.

Ciri khas

Salah satu ciri khas dari Soto Branggahan adalah wadah sotonya berupa mangkok kecil. Ini mungkin mengingatkan traveler pada beberapa soto khas yang juga menggunakan mangkok kecil, seperti Soto Semarangan, Soto Kudus, Soto Pati, dan sebagainya. Biasanya pengunjung akan memesan lebih dari semangkok karena kecilnya mangkok yang digunakan.

Dalam perkembangannya ternyata tidak sedikit pedagang yang mulai meninggalkan mangkok kecil dan menggunakan mangkok ukuran standar. Meskipun banyak konsumen yang lebih sreg dengan mangkok kecil karena kebiasaan.

Soto Branggahan sendiri bukan soto bening tapi menggunakan santan di kuahnya. Soto kuah santan ini memang sepertinya menjadi ciri khas soto-soto yang ada di Kediri. Racikan bumbu rempahnya antara lain berupa kemiri, laos, jahe, kunci serta kencur. Disajikan panas-panas dengan suwiran ayam serta taburan irisan daun seledri dan kecambah. Saat perut lapar, maka sajian semangkok Soto Branggahan sepertinya tidak akan cukup.

Soal resep ini meskipun terdapat lebih dari 50 warung yang berjualan menu yang sama, akan tetapi mereka memiliki resep soto dan tampilan soto yang sama. Resep ini didapatkan secara turun temurun dari leluhur mereka. Yang membedakan hanya soal takaran bumbunya. Tetapi secara umum tidak terlihat perbedaan yang mencolok.

Menikmati semangkok Soto Branggahan tak lengkap rasanya apabila tanpa lauk pendamping. Biasanya di warung-warung tersebut disediakan telur asin, telur angsa, ayam goreng, jerohan goreng, tahu tempe dan lauk pauk lainnya yang semakin menambah citarasa kenikmatan Soto Branggahan. Satu porsi Soto Branggahan biasanya dijual dengan harga kurang lebih Rp 6.000 saja. Tentu harga ini sangat ramah bagi kantong traveler. Namun selain murah meriah, nilai kelezatannya sangat maksimal bahkan bisa dikatakan luar biasa.