Menguak Misteri Sejarah Masa Lampau di Petilasan Sri Aji Jayabaya Kediri

Obyek wisata sejarah yang satu ini berlokasi di tengah pemukinan penduduk dan dikitari oleh persawahan. Lokasinya berada di Jl. Butocoyo No. 296 Kalurahan Manang, Kecamatan Pagu, Kediri Provinsi Jawa Timur. Sebagian warga menyebutnya sebagai Petilasan Sri Aji Jayabaya namun ada pula yang menamakannya Situs Pamuksan Sri Aji Jayabaya.

Kisah sejarah berbalut legenda

Menurut konsep ajaran agama Hindu dan Budha, kata muksa memiliki makna meninggalkan kehidupan fana di dunia bersama dengan jasadnya. Jadi saat meninggal, tidak hanya jiwanya saja yang tiada namun raga atau tubuhnya ikut pergi ke alam keabadian. Kepercayaan seperti inilah yang diyakini terjadi atas diri Sri Aji Jayabaya.

Menurut catatan sejarah, Sri Aji Joyoboyo adalah seorang raja yang hidup di zaman Kerajaan Kediri. Pada masa pemerintahannya yang berlangsung dari tahun 1135 hingga 1157 Masehi, Kerajaan Kediri berhasil menggapai puncak kejayaan.

Selain dikenal sebagai raja yang sangat cerdik dalam menjalankan roda pemerintahan, Sri Aji Jayabaya juga dipercaya memiliki kesaktian yang sangat tinggi. Dia mampu meramal segala peristiwa yang terjadi di masa-masa yang akan datang, terutama Pulau Jawa.

Karena kesaktiannya ini pula Sri Aji Jayabaya meninggal dunia secara muksa. Tempat muksa dan wafatnya raja tersebut selanjutnya dikenal dengan sebutan Petilasan Sri Aji Jayabaya atau Situs Pamuksan Sri Aji Jayabaya.

Obyek yang bisa diamati dan dinikmati

Setelah masuk pintu atau gapura Petilasan Sri Aji Jayabaya, traveler bisa menyempatkan diri prasasti baru dengan tulisan bahasa Indonesia. Dari prasasti ini pengunjung akan mengetahui lebih jelas dan lengkap tentang riwayat raja Sri Aji Jayabaya.

Beberapa puluh langkah selanjutnya terdapat pendapa yang atapnya dihias relief kala bergaya Hindu Jawa Tengah. Jika relief kala dari Jawa Timur selalu dilengkapi rahang bawah, namun untuk relief kala dari Jawa Tengah hanya dilengkapi rahang atas saja. Relief kala ini sendiri sangat diyakini memiliki kemampuan menghindar dari pengaruh ghaib yang sifatnya jahat.

Tidak jauh dari belakang pendapa, destinasi utama yang dituju langsung terlihat oleh traveler. Bangunannya terbagi jadi tiga bagian dimana bagian pertama dinamakan Loka Muksa, yaitu tempat Sri Aji Jayabaya menjalani muksa.

Bagian kedua disebut Loka Busana, merupakan titik Sri Aji Jayabaya menanggalkan busana kebesaran raja. Sedangkan tempat terakhir, Loka Makula merupakan lokasi yang dipakai oleh raja tersebut untuk melepas mahkota kerajaan. Masing-masing dari ketiga tempat dalam satu area ini dilengkapi tanda dan hiasan dengan ciri yang berbeda-beda.

Setiap hari obyek wisata sejarah ini selalu ramai didatangi peziarah. Bagi traveler yang punya ketertarikan tinggi kepada kisah-kisah sejarah berbalut aroma ghaib atau misteri, Petilasan Sri Aji Jayabaya sangat layak disinggahi.