Mengenal dan Meneladani Sosok Pahlawan Nasional Prof. DR. Moestopo dari Kediri

Sebagai sebuah negara yang pernah mengalami masa penjajahan, Indonesia memiliki banyak sekali pahlawan perjuangan. Mereka berasal dari berbagai daerah di semua penjuru tanah air. Satu diantaranya yaitu Prof. DR. Moestopo dari Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Dia dilahirkan di kota kecil ini tepatnya di Desa Ngadiluwih pada 13 Juli 1913.

Oleh pemerintah Indonesia, beliau diangkat jadi Pahlawan Nasional pada 9 November 2007. Sosok yang semasa hidupnya dikenal sangat bersahaja ini wafat di kota Bandung, Jawa Barat pada tanggal 26 September 1986.

Riwayat masa muda

Setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya di Kabupaten Kediri, Moestopo muda lalu memutuskan pergi ke Surabaya dan menjalani Sekolah Kedokteran Gigi di kota tersebut. Saat Jepang menduduki Indonesia, Moetopo sempat ditangkap namun kemudian diangkat menjadi dokter gigi oleh tentara Jepang.

Tidak lama kemudian dia bergabung dengan PETA (Pembela Tanah Air) dan memiliki peran sebagai komando. Bahkan sejak itu jabatannya dinaikan jadi Komandan Pasukan api dengan wilayah tugas tidak di Sidoarjo lagi seperti sebelumnya melainkan di Surabaya.

Ketika Indonesia memproklamasikan diri sebagai bangsa merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, Moestopo berhasil melucuti senjata tentara Jepang. Lalu pada masa revolusi dan perang kemerdekaan, Moestopo berunding dengan Inggris dan menolak tegas kedatangan mereka di negeri ini.

Masa sesudah perang kemerdekaan

Saat perang kemerdekaan telah berakhir, Moestopo mendapat tugas di Jakarta dan memegang jabatan sebagai salah satu kepala bagian di Rumah Sakit Angkatan Darat, yang sekarang telah berganti nama menjadi RSPAD Gatot Subroto.

Beberapa tahun berikutnya sesudah pensiun, pria yang mempunyai nama lengkap Prof. DR. Moestopo ini mendirikan pusat pendidikan kedokteran gigi yang dikasih nama Dr. Moestopo Gigi College. Lembaga pendidikan ini mengalami perkembangan yang sangat bagus, bahkan pada tahun 1961 berhasil meningkatkan statusnya menjadi universitas.

Tidak hanya bergerak dalam bidang militer dan kedokteran serta pendidikan saja, Prof. DR. Moestopo juga sangat aktif dalam kegiatan sosial. Dia pernah menggiatkan sebuah kegiatan yang dinamakan reklasering. Tujuan utama dari kegiatan ini yaitu merehabilitasi para mantan narapidana pernah menjalani hukuman dalam penjara. Melalui kegiatan tersebut, para mantan narapidana dapat lebih siap terjun kembali ke kehidupan normal di masyarakat.

Terkait dengan sepak terjang dan sejumlah prestasi yang berhasil ditorehkan, selain diangkat menjadi pahlawan nasional Prof. DR. Moestopo juga sering mendapat berbagai penghargaan. Penghargan ini sebagian ada yang berasal dari luar negeri seperti dari Jerman, Yugoslovakia dan sebagainya. Karena itulah tokoh sejarah ini selalu jadi tokoh kebanggaan warga Kediri.