Makam Boncolono, Wisata Religi di Atas Bukit Maskumambang Kediri

Kediri ternyata juga memiliki wisata religi yang begitu terkenal. Lokasinya terletak di Bukit Maskumambang atau Bukit Boncolono. Lokasi ini adalah tempat yang terkenal dengan kisah Maling Gentiri. Puncak bukit ini terdapat 3 makam orang sakti di zaman penjajahan, yang sekarang dikeramatkan serta menjadi tempat wisata sejarah bagi warga Kediri.

Bukit Boncolono berada pada ketinggian sekitar 300 mdpl serta letaknya berhadapan dengan Gunung Klotok. Bukit tersebut berada di ujung barat Kediri, tepatnya di Waung, Sukorame, Mojoroto, Kediri, cukup dekat dengan gua Selomagleng. Wisata religi tersebut ada di puncak Bukit Maskumambang dan menjadi lokasi ziarah dengan kisah legenda cukup unik.

Sedikit sejarah Mbah Boncolono

Konon, saat Belanda menjajah, masyarakat hidup di dalam kesengsaraan. Begitu pun dengan Kediri. Belanda bertindak dengan sangat semena-mena kepada rakyat dengan memberikan pajak yang tak masuk akal sehingga masyarakat Kediri semakin menderita di tanah mereka.

Penderitaan mereka membuat Mbah Boncolono ingin melakukan pembelaan. Dibantu dengan Tumenggung Mojoroto, Poncolono dan para muridnya yang sakti, mereka merampok meneer Belanda nan kaya raya dan membagikan hasil jarahan tersebut pada masyarakat.

Hal ini dilakukan terus menerus berulang sehunga membuat Mbah Boncolono makin dibenci oleh pemerintah Belanda. Belanda juga geram atas kesaktian yang dimilikinya, karena Mbah Boncolono sulit ditangkap walaupun sudah terkepung. Bahkan, Mbah Boncolono bisa hidup kembali sesudah dibunuh.

Siasat politik yang dipergunakan oleh Belanda pun dimainkan. Mereka membayar mahal bagi siapa saja yang menemukan cara untuk membunuh Mbah Boncolono, salah satu kelemahan yang dimiliki oleh Mbah Boncolono adalah sesudah mati, jasad harus dipenggal serta dikubur terpisah oleh sungai.

Sehingga, ketika mereka membunuh Mbah Boncolono, Belanda mengubur tubuhnya di Bukit Maskumbang sedangkan bagian kepalanya di Ringin Sirah. Lokasi ini dipisahkan oleh Sungai Brantas dan berakhirlah kisah dari Maling Getiri.

Bukit Maskumambang

Bukit ini disebut sebagai Boncolono adalah ujung kaki timur dari Gunung Wilis serta masih satu jalur dengan Gunung Klotok. Dulu, di sini sempat dijadikan pemakaman Cina sebelum dipindah ke Lebak. Masih terlihat sisa gapura di sebelah timur, utara dan selatan walaupun kondisinya sudah mulai terkikis.

Saat ingin berziarah, traveler harus menyiapkan tenaga serta kesabaran karena harus melalui tangga selama 30 menit. Jalur tangga yang semakin tinggi akan menyambut traveler. Di sana terdapat warung kecil-kecilan yang dapat digunakan untuk istirahat sejenak.

Ketika sudah mendekati lokasi makam, lokasi akan mulai panas namun pemandangan yang indah akan terlihat. Setelah itu, traveler bisa melakukan ziarah di obyek wisata religi Makam Boncolono dan berdoa secara khusyuk karena suasananya yang begitu sunyi.