Kisah Cinta Panji Asmorobangun dan Dewi Sekartaji Pada Tari Kethek Ogleng Kediri

Di beberapa daerah di Jawa terdapat irisan-irisan budaya, yang terkadang bagi orang awam tidak tahu mana yang asli. Masing-masing daerah kadangkala mempunyai kemiripan budaya, termasuk dalam urusan kesenian. Misalnya kesenian Kethek Ogleng, yang di sejumlah daerah mengenalnya sebagai sebuah tarian.

Tapi ada yang belum tahu jika sebenarnya seni Kethek Ogleng adalah berasal dari Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Kekayaan kesenian dan budaya di Kabupaten Kediri tidak lepas dari eksistensi Kerajaan Kediri. Salah satu jenos tarian yang terkenal asal Kediri adalah Tari Kethek Ogleng. Tarian tradisional ini menggambarkan perilaku penarinya yang berkostum ala Hanoman, yaitu kera putih.

Tarian ini menarik perhatian sebab karakter tariannya yang sangat dinamis dan ditambah lagi gerakan-gerakan lucu dari para penarinya yang merupakan penari laki-laki. Pada Konferensi Asia Afria beberapa waktu lalu di Bandung, Presiden Jokowi memboyong tarian ini untuk tampil.

Sukses tampil di perhelatan besar tersebut, para penari dari Kediri mendapatkan kesempatan pentas di luar negeri, diundang oleh Austrialia selama 10 hari. Sebuah prestasi yang bukan main-main dan sangat layak untuk dibanggakan.

Hampir punah

Sebagai sebuah kesenian, Kethek Ogleng memang harus berjuang eksis di tengah gempuran seni kontemporer lainnya serta kemajuan teknologi. Namu, di tengah situasi itu, ada segelintir orang yang masih peduli dan ingin melestarikan kesenian ini. Salah satunya dapat dilihat di Sanggar Guntur, yang digawangi oleh seniman tari Guntur Tri Kuncoro.

Seni Kethek Ogleng sempat mencapai puncak popularitas di tahun 1970-an. Saat itu tarian ini selalu hadir di acara penting, acara budaya, acara pernikahan bahkan hingga pertunjukan dari kampung ke kampung. Namun seiring waktu mulai tergusur.

Tari Kethek Ogleng sendiri menggambarkan kisah percintaan Panji Asmorobangun dengan Dewi Sekartaji dalam Cerita Panji. Kera yang digambarkan dalam tarian tersebut merupakan jelmaan dari Panji Asmorobangun.

Dia menjelma atau merubah diri menjadi kera putih yang sedang mencari calon pendamping hidup. Dalam perjalanannya berkelana ke hutan, Panji bersua dengan Endang Roro Setompe yang merupakan nama lain dari Dewi Sekartaji.

Melihat kecantikan Endang Roro Setompe, Panji langsung jatuh cinta. Tetapi sayangnya rasa cintanya ini ditolak karena wujudnya adalah seekor kera. Lalu Panji ditinggalkan sendiri di tengah hutan.

Cerita inilah yang digambarkan dalam tarian Kethek Ogleng. Gerakan dinamis dengan musik ritmis membuat penampilan penari Kethek Ogleng menarik untuk dilihat. Tak heran banyak yang tertarik untuk melihat pertunjukan atraksi seni tari Kethek Ogleng.